Cara Membuat Green House

Apa yang kamu ketahui tentang green house? Atau bahkan diantara kalian sudah mempunyai green house?  Nah, bagi Anda yang menyukai tanaman Anda bisa membuat green house di dekat rumah Anda. Langkah apa saja yang diperlukan untuk membuat green house?

  • Ketinggian atap sebaiknya dibuat lebih rendah, maksimal setinggi orang dewasa. Hal ini dimaksudkan agar dapat memudahkan saat melakukan proses kegiatan perawatan dan saat melakukan proses penangkapan hama yang masuk.
  • Dalam membuat green house sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik namun tetap dalam keadaan tertutup.
  • Penggunaan jaring sebagai dinding sebaiknya lebih rapat dan menggunakan warna transparan.
  • Penggunaan biaya yang sesuai dengan budget yang dimiliki, perlu dipertimbangkan dalam membuat green house agar tidak terjadi pembuangan dana yang sia-sia.

Masalah yang biasanya menjadi kendala dalam membuat green house, pada umumnya  permasalahan utama terletak pada faktor biaya. Sebenarnya jika dapat lebih berkreasi, anda juga dapat membangun green house sederhana dengan biaya yang lebih murah dengan mendapatkan fungsi yang sama.

Bahan-bahan utama yang dibutuhkan dalam membuat green house sederhana, adalah:

  • Kayu, Bambu dan Pipa PVC (paralon)

Bahan-bahan ini digunakan sebagai pembuatan kerangka dan juga rak-rak untuk tempat tanaman. Bahan-bahan tersebut dapat digunakan secara individu ataupun dapat dikombinasikan antara satu dengan lainnya. Bahan-bahan yang terbuat dari kayu dan bambu dari segi pembiayaan harganya lebih murah, namun kekuatannya hanya mampu bertahan 2-3 tahun saja. Sedangkan besi mempunyai harga yang lebih mahal dalam pembuatannya, namun dapat tahan lebih lama. Pemilihan pipa PVC sangat cocok untuk rangka tipe melengkung (tunnel).

  • Plastik Ultraviolet

Plastik ultraviolet biasanya digunakan untuk menutupi bagian atap. Selain itu, ada beberapa bahan jenis bahan di pasaran yang dapat anda pilih seperti bahan Acrylic, Polycarbonate, Fiberglass Reinforced Polyester, Polyethylene film ataupun Polyvinyl cholride film.

  • Paranet/Screen

Bahan ini biasanya digunakan sebagai penutup seluruh bagian sisi dinding. Paranet juga berguna sebagai sirkulasi udara, sebagai penyaring sinar matahari, dan sebagai penghalau masuknya serangga dari luar.

  • Paku
  • Baut
  • Tali

Pada dasarnya bahan-bahan tersebut diatas biasa digunakan sebagai pengikat dan sebagai penguat konstruksi bangunan.

Tahapan-Tahapan Membuat Green House Sederhana 

1. Menentukan lokasi dan ukuran green house

 Didalam pemilihan lokasi sebaiknya memperhatikan beberapa faktor penting seperti luas lahan, bentuk topografi, iklim, serta ketersediaan sumber air. Setelah itu anda dapat menentukan ukuran dan arah bangunan sesuai dengan keinginan dan desain yang direncanakan. Saat menentukan ukuran bangunan anda perlu memperhitungkan jumlah kebutuhan bahan yang diperlukan. Kesimpulannya adalah, semakin besar ukuran maka tentu akan semakin besar biaya yang dikeluarkan.

2. Membuat kerangka

 Bentuk kerangka dapat disesuaikan dengan kebutuhan anda, baik berbentuk rumah ataupun melengkung seperti tipe tunnel. Buatlah kerangka mulai dari bagian dinding, pintu hingga bagian atap. Setiap struktur utama kerangka dapat anda berikan semacam dudukan beton agar lebih kuat. Gunakan paku, baut dan tali sebagai pengikat antar bagiannya.

3. Menutup Kerangka           

 Setelah kerangka selesai dibentuk, langkah selanjutnya adalah menutup bagian atapnya dengan plastik UV. Setelah  itu anda dapat menutup bagian dinding dengan paranet. Gunakan paku, baut dan tali untuk mengikatnya. Pasanglah secara benar dan hati-hati agar hasilnya lebih rapi dan kuat.

4. Finishing

 Setelah green house selesai dibangun, maka tahapan berikutnya adalah dengan melakukan pengaturan di dalamnya. Pengaturan dapat disesuaikan dengan kegunaan atau fungsinya. Anda pun dapat membuat sekat-sekat ataupun membuat semacam rak-rak kecil sebagai tempat menanam tanaman.

Tips-tips dalam membuat green house:

  • Pastikan posisi green house memanjang dari timur ke barat, dengan maksud agar mendapatkan panas di siang hari lebih panjang kepada tanaman.
  • Jika anda merencanakan adanya penyinaran buatan atau lampu di dalam green house, pastikan posisinya dekat dengan tanaman.
  • Buatlah posisi berdirinya green house jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Sebaiknya green house dilengkapi thermometer kerja yang dapat mengontrol pengaturan suhu, kecuali apabila green house mempunyai sistem ventilasi otomatis. Pada musim dingin, suhu di dalam ruangan sebaiknya ada di kisaran 45 derajat sampai 60 derajat agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu kualitasnya. Walaupun dalam keadaan di luar dingin, tetapi apabila green house tetap mendapatkan pencahayaan yang cukup, suhu di dalam green house akan tetap menjadi hangat.
  • Pastikan sistem ventilasi tetap bekerja maksimal, agar jika suhu di dalam green house sudah mulai meningkat terlalu hangat, udara dingin diluar dapat masuk dan dapat menetralisir suhu panas tersebut kembali ke temperatur ideal yang diperlukan tanaman.

 

 

Leave Reply

Hey, so you decided to leave a comment! Thats great. Just fill in the required fields and hit submit. Note that your comment will need to be reviewed before its published Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>