Melihat Untung Ruginya Investasi Apartemen

Semakin ketatnya perijinan membangun karena sudah sedikitnya lahan hijau dan persawahan sehingga diperketatnya peraturan untuk memberikan ijin membangun. Seperti halnya di Yogyakarta tertama di bagian jantung kota yang mana harga tanahnya bisa 5 kali lipatnya dibandingkan dengan harga tanah yang ada di pinggiran desa. Ada banyak faktor kenapa harga tanah di tengah kota sangatlah mahal yaitu pertama karena memang sebagai sumber bisnis yang sangat menguntungkan.

Apalagi Yogyakarta sebagai salah satu tempat yang menjadi favorit pala pelancong dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara. Di tambah dengan banyak nya para pelajar dari berbagai provinsi untuk menuntut ilmu disini. Sehingga semakin lengkap sudah dengan kewajaran kenapa harga di tengah kota lebih mahal dibandingkan yang ada didesa.

Kedua, karena memang sudah banyaknya bangunan seperti mall, caffe, resto, dan hotel yang berdiri di pusat jantung kota Yogyakarta. Ini berdampak dengan memperketat untuk ijin membangun di tengah kota mapun daerah yang dimaksudkan untuk lahan hijau seperti yang ada di Sleman.

Tetapi untuk saat ini di Yogyakarta beberapa pengembang menawarkan apartemen sebagai bentuk investasi yang baru selain menginvestasikan dibidang kos kosan, caffe, resto, maupun rumah. Untuk anda yang masih ragu lebih baik menyimak artikel Arsitek Indo Kontraktor ini bagaimana keuntungan dan kerugian jika investasi tabungan kita untuk membeli apartemen.

Pembelian apartemen di Jakarta memang merupakan investasi yang menguntungkan karena solusi untuk anda menghindari banjir, macet, dekat dengan kantor dan privasi. Tetapi tidak halnya dengan yang ada di Yogyakarta, pembelian apartemen mungkin bukanlah yang pokok karena dibandingkan dnegan membeli apartemen lebih baik membelikan uang nya untuk satu rumah pastinya harganya akan lebih menguntungkan untuk kemudian hari.

Kelebihan Investasi Apartemen;

Pertama, permintaan (demand) tinggi, terutama di area CBD (Central Business district), kawasan pemukiman ekspatriat, dan lingkungan kampus. Kawasan pemukiman ekspatriat di Jakarta misalnya kawasan Kemang.

Kedua, Jangka waktu sewa menengah 2 – 3 tahun. Apartemen atau kondominium biasanya di sewa untuk mendekatkan penyewa dengan lokasi kegiatannya, terutama lokasi kantor. Dengan demikian, jangka waktu sewanya rata – rata dua atau tiga tahun.

Ketiga, resiko kekosongan rendah. Artinya, jika lokasi tersebut sudah nyaman sebagai tempat tinggal, biasanya penyewa akan terus menempati apartemen tersebut. Di lain pihak, calon penyewa pun berdatangan mencari unit – unit yang kosong untuk di sewa. Salah satu faktor rendahnya resiko kekosongan apartemen adalah mulia terbiasanya masyarakat kita dengan budaya tinggal hunian vertikal.

Keempat, capital rate tinggi (7% – 10%). Dengan resiko kekosongan unit rendah, maka income yang datang dari sewa unit pun otomatis menjadi lancar. Hal ini tentu membuat Cap Rate tinggi, di atas Cap rate rumah sewa atau ruko.

Kekurangan Investasi Apartemen

Hal ini beberapa keluhan dari pengguna apartemen yang ada di Jakarta;

  • Jika membeli apartemen, nilai investasi jangka panjang lebih rendah dibandingkan dengan membeli sebuah rumah. Jika nanti anda membeli rumah semakin tahunnya pasti akan terjadinya kenaikan harga jual karena semakin mahalnya harga tanah.
  • Jika menyewa apartemen akan lebih mahal di bandingkan dengan menyewa satu rumah.
  • Mahalnya biaya perawatan, biaya listrik dan air.
  • Barang kebutuhan dasar rumah tangga seperti air mineral dan gas yang di jual di apartemen elbih mahal dibandingkan dengan membeli diluar apartemen. Jika anda ingin membeli diluar apartemen itu akan menjadikan anda kerja double karena apartemen identik dengan banyak lantai dan kurang praktis.
  • Biaya baru yang timbul seperti biaya laundry karena kondisi ruang yang sangat terbatas untuk menjemur pakaian.
  • Tingkat sosialisasi sesama penghuni apartemen sangat sedikit, sehingga kemandirian menjadi sangat wajib.
  • Jika ada surat yang datang, kiriman paket atau berlangganan koran, semua barang tersebut akan dimasukkan di mailbox oleh petugas apartemen, kita sendiri yang harus mengambil di mailbox atau resepsionis.
  • Karena gedung bertingkat tinggi, menjadi sering mengalami gangguan telepon genggam. Hal ini sering terjadi jika anda menyewa apartemen dengan tidak adanya fasilitas wifi sehingga kendala sinyal sangat sering terjadi. Apalagi untuk saat ini kebutuhan wifi dan handpone genggam menjadi kebutuhan wajib setiap orang untuk komunikasi bisnis maupun kepada keluarga dan pasangan anda.
  • Resiko pada saat mati listrik. Ketergantungan pada listrik lebih tinggi dari rumah biasa. Sebagai contohnya jika listrik mati di apartemen akan sangat panas tanpa AC. Beda dengan rumah biasa yang cenderung punya ventilasi yang menjadikan rumah kita tetap bisa terjadinya pergantian udara dibandingkan dengan yang ada di apartemen.
  • Resiko lift mati, gempa dan juga kebakaran. Hal – hal yang mungkin terjadi tersebut harus tetap di waspadai.

Semoga ini bisa menjadi pandangan anda, tetapi setiap orang pasti mempunyai keinginan masing – masing sehingga itu nantinya menjadi pilihan antar individu saja. Jika Anda membutuhkan jasa pemborong atau kontraktor Arsitek Indo Kontraktor siap menerima jasa bangun rumah, kos eksklusif, kontrakan, homestay, cluster, apartemen, interior eksterior amupun renovasi bangunan. Untuk konsultasi langsung hubungi Marketing Executive kami 08562768741.

 

Leave Reply

Hey, so you decided to leave a comment! Thatís great. Just fill in the required fields and hit submit. Note that your comment will need to be reviewed before itís published Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>