25
Agu

5 Kelebihan dan Kekurangan Bambu Beserta Teknik Penyambungannya

Salam sejahtera…

Dibuka jasa desain bangunan baik eksterior maupn interior, Gambar 3D, RAB, Hingga pembangunan fisik baru maupun renovasi bisa hub kami…=> WA : 0822 3073 3138 <=…

Kali ini kita akan bahas tentang Kelebihan dan Kekurangan Bambu Beserta Teknik Penyambungannya. Ada yang sudah tau tentang Bambu? Ingin tau..? Simak artikel berikut…

Pengertian Bambu

Bambu yaitu tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga dan ruas di batangnya. Bambu memiliki banyak macam. Nama lain dari bambu yaitu Buluh, Aur, dan Eru. Di dunia ini bambu merupakan salah satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat. Karena memiliki sistem rhizoma-dependen unik, Dalam sehari bambu dapat tumbuh sepanjang 60cm (24 Inchi) bahkan lebih, Tergantung pada kondisi tanah dan klimatologi tempat ia ditanam.

5 Kelebihan dan Kekurangan Bambu, Sebagai berikut :

Kelebihan

=> Mudah untuk di fungsikan seperti Dibelah, Dipotong, dan Dibentuk
=> Memiliki sifat mekanik dan ramah lingkungan
=> Bagian struktur lebih kuat dari beton dan berbentuk artistik
=> Relatif murah dan ringan
=> Pencegahan Longsor, Erosi, Banjir, dan Seratnya elastis, Optimal menahan beban tarik, Tekan, Geser, dsb

Kekurangan

=> Umurnya relatif pendek
=> Mudah lapuk dan reyot
=> Tidak tahan api dan air hujan
=> Rawan terkena hama Jamur, Lumut, Rayap, Bubuk, dsb
=> Sulit pengerjaannya seperti teknik penyambungan antar bambu maupun penyambungan dengan material lain

Nah kali ini kita juga akan bahas teknik penyambungan bambu pada bangunan, Antara lain=> Sebagai berikut…

Teknik Menyambung Bambu Pada Bangunan

Pertamakali yang harus di lakukan yaitu bambu disatukan dengan cara dipaku. Sistem ini sering digunakan pada bambu yang hanya dipakai untuk membuat tangga darurat saat proses pembuatan bangunan sedang dikerjakan.
Untuk konstruksi bangunan, Alat penyatunya berupa baut dengan ukuran minimal 12 mm. Agar tidak mudah pecah, Sebelum baut dipasang, Bambu diberi lubang terlebih dahulu dengan cara dibor, Baru kemudian baut dimasukkan dan dilengkapi dengan mur. Baut dapat diganti dengan pasak.

Selain lebih kuat, Hasil sambungan dengan cara ini juga lebih rapi. Lalu supaya tampilannya terlihat alami, Hasil sambungan dapat ditutup dengan tali ijuk warna hitam atau tali dari serabut kelapa.
Langkah selanjutnya dengan cara membuat lubang pada satu bambu. Ukurannya disamakan dengan diameter bambu lain yang ingin disatukan. Lubang tersebut digunakan untuk memasukan bambu kedua agar tidak mengalami pergeseran. Ada yang lubangnya hanya satu dan ada juga yang dua sekaligus sehingga posisi bambu yang dimasukan jadi melintang. Agar posisinya makin kuat, Teknik penyambungan ini dapat dilengkapi dengan paku pasak.

Untuk proses penyatuan yang disusun secara berjajar, Bisa digunakan batang bambu yang ukurannya lebih besar. Caranya dengan menyatukan dua ujung bambu yang ingin disatukan dan disambung. Lalu bambu tersebut tinggal dimasukan ke dalam batang bambu lain yang ukurannya lebih besar. Lubang atau rongga yang ada pada bagian dalam harus punya ukuran diameter yang sama dengan ukuran diameter luar bambu yang ingin disatukan sehingga ujung bambu tersebut bisa masuk dan tetap merekat dengan erat dan kencang.

Baca Juga : Macam-macam Bambu