26
Okt

Cara Membuat Lubang Biopori Untuk Atasi Banjir

Cara Membuat Lubang Biopori Untuk Atasi Banjir

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan KontraktorRumahmu berada di lingkungan yang rentan banjir? Selain menciptakan sumur resapan, ada metode sederhana lainnya yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi banjir, yakni dengan membuat lubang biopori. Untuk membantu kamu dalam membuat biopori di lingkungan rumah, pada artikel ini Kania akan membagikan cara membuat biopori dan tips dalam merawatnya. Berikut ini cara membuat lubang biopori untuk atasi banjir, yuk simak artikelnya.

Apa Itu Lubang Biopori?

Teknologi buatan ini berupa lubang resapan berbentuk silinder dengan diameter 10-30 cm berukuran kurang lebih panjangnya 100 cm yang dimasukkan ke dalam tanah. Lubang ditimbun dengan sampah organik, tujuannya untuk melestarikan organisme dalam tanah seperti cacing.

Organisme inilah yang akan membuat pori-pori dalam tanah, nantinya menjadi jalan air dari biopori ke dalam tanah. Sehingga, ketika musim hujan air dapat menyerap dengan, dan menyimpan cadangan air dengan baik ketika memasuki musim kemarau.

Cara Membuat Lubang Biopori

Cara Membuat Lubang Biopori

Untuk membuat membuat lubang biopori sebenarnya sangatlah mudah. Bahkan bisa kamu lakukan secara manual. Tetapi untuk semakin mempermudah, ada beberapa peralatan yang perlu kamu siapkan:

  • Bor tanah manual.
  • Pipa PVC berdiameter sekitar 15 cm dan panjang 120 cm. Lubangi sisi-sisi pipa, jarak setiap lubang jangan terlalu renggang. Lubang ini memiliki fungsi sebagai jalan organisme yang membantu menguraikan sampah organik. Nah kalau kebetulan kamu tinggal di daerah yang tanahnya keras, tanpa menggunakan pipa PVC pun tidak masalah.
  • Tutup pipa yang sudah dilubangi bagian atasnya.
  • Semen secukupnya.
  • Air secukupnya.
  • Sampah organik, bisa berupa daun atau rumbut kering.

Kalau semua alatnya sudah siap, berikut langkah-langkah cara membuat lubang biopori:

  1. Menentukan lokasi untuk lubang biopori. Lokasinya bisa beragam, bisa di depan rumah, belakang, samping atau bahkan di garasi terbuka. yang penting tidak disemen. Menurut aturan yang tepat dan hasil yang maksimal, setiap 50 meter persegi lahan hanya dapat memuat 10 lubang biopori dengan jarak antar lubang sekitar 50 cm.
  2. Basahi area lahan yang akan dilubangi, tujuannya untuk memudahkan proses pengeboran. Supaya lebih mudah lagi, setelah mata bor masuk ke dalam tanah secara keseluruhan, kemudian tarik bor dengan memutar ke arah kanan. Lalu bersihkan mata bor dari sisa-sisa tanah, dan lanjutkan pengeboran lagi.
  3. Biasanya, pengeboran terkendela dengan adanya bebatuan yang menggangu di dalam tanah. Untuk mengatasi hal ini, gunakan linggis untuk mengangkat bebatuan tersebut dari tanah.
  4. Lubangi tanah hingga kedalaman dan berasnya sesuai dengan ukuran pipa yang akan kamu tanam. Pastikan kedalaman tidak melampaui permukaan air tanah.
  5. Masukkan pipa yang sudah dilubangi ke dalam tanah, sisakan sekitar 5 cm di atas permukaan tanah agar dapat dipasangi penutup.
  6. Pinggiran mulut pipa diberi semen agar guguran tanah tidak menutup pipa, serta bertujuan mengikat pipa dengan tanah agar tidak mudah lepas.
  7. Masukkan sampah organik yang sudah disiapkan, lalu tutup dengan penutup pipa. Setelah 3 bulan sampah organik sudah menjadi kompos. Ambil dan manfaatkan untuk memupuk tanaman. Isi lubang biopori dengan sampah organik baru.

Prinsip kerja

lubang biopori sendiri sangat sederhana. Sampah organik yang dimasukkan dalam lubang memicu organisme tanah supaya membuat rongga-rongga di dalam tanah. Rongga tersebut merupakan jalan air untuk meresap ke dalam tanah.

Bagaimana dengan tanamanya? Kamu bisa menanam tanaman di sekitar lubang biopori. Tetapi pastikan bahkan lokasi kamu membuat lubang biopori memang sesuai untuk kebutuhan menanam. Tanaman akan mendapatkan asupan makanan dari pembusukan sampah organik yang ada di dalam lubang biopori.

Perwatan Lubang Biopori

Lubang biopori yang sudah berhasil dibuat, selanjutnya juga perlu dirawat agar teknologi ini bekerja dengan maksimal dan kualitasnya tetap terjaga dengan baik. cara perawatan lubang biopori adalah sebagai berikut:

  1. Isi lubang dengan sampah organik secara bertahap setiap 5 hari sekali, lakukan hingga terisi penuh.
  2. Lubang biopori yang sudah terisi penuh dengan sampah dibiarkan kurang lebih selama satu bulan, atau sampai sampah terurai menjadi kompos.
  3. Setelah 3 bulan, angkat kompos dari lubang biopori dan masukkan sampah organik baru. Lakukan dengan bertahap seperti cara pertama.
  4. Kompos dapat dimanfaatkan untuk memupuk tanaman rumahan, atau dimanfaatkan untuk penghijuan lainnya.
  5. Lakukan pembersihan sekitar lubang biopori secara rutin, bila perlu semen penutup diperindah agat tampilan lebih menarik.

Manfaat Lubang Biopori

Cara Membuat Lubang Biopori

Cara membuat lubang biopori yang begitu mudah ternyata memiliki berbagai macam manfaat. Apa saja manfaat lubang resapan ini? melangsir dari data BPLHD (Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah) Provinsi DKI Jakarta lubang resapan ini bisa untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Selain itu juga dapat meningkatkan peran makhluk hidup di tanah, dengan begitu akan efektif untuk mengatasi masalah banjir. Pun hasil sampah organik bisa digunakan untuk berkebun. Berikut manfaat selengkapnya:

1. Mengurangi sampah organik

Salah satu manfaat utama membuat lubang bioproi adalah mengurangi sampah organik rumah tangga yang di kirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Hal ini karena sampah organik merupakan bahan penting yang dibutuhkan dalam pembuatan lubang biopori. Bukan hanya itu, masyarakat juga terlatih dalam memilah sampah organik dan anorganik. Dengan demikian, pencemaran lingkungan tidak terlalu parah.

2. Menghasilkan pupuk

Sampah organik yang dimasukkan ke kadalam lubang biopori nantinya akan terurai menjadi pupuk kompos. Pupuk ini dapat dimanfaatkan sebagai penyubur tanaman yang alami.

Selain mengurangi timbunan sampah, lubang biopori dapat menghasilkan penyubur tanah. Tanaman  di pekarangan rumah jadi lebih hijau dan sehat.

3. Mengatasi masalah banjir

Masalah banjir tidak hanya terjadi di lingkungan perkotaan, saat ini pedesaan juga sering kali mengalami banjir. Penyebab utamanya tidak lain adalah sistem drainese yang buruk. Kondisi ini dapat terjadi di daerah padat penduduk.

Banyaknya lahan pemukiman membuat berkurangnya daya serap air oleh tanah. Lubang biopori dibuat untuk mengatasi masalah ini. Ronga-rongga di dalam tanah membantu air lebih mudah masuk dan meresap.

4. Meningkatkan produksi air tanah

Selain itu, terdapat simbiosis saling menguntungkan. Sampah organik merupakan makanan bagi cacing tanah. Cacing akan membuat rongga-rongga kecil di dalam tanah ketika menuju tempat yang berisi sampah organik.

Rongga-rongga kecil yang dibuat oleh cacing meningkatkan luas permukaan tanah. Hal ini juga mempengaruhi kapasitas air yang dapat ditampung menjadi lebih banyak. Menurut penelitian yang dilakukan oleh para ahli, lubang resapan biopori dapat meningkatkan luas permukaan tanah hingga 40 kali lipat.

Itulah cara membuat lubang biopori yang dapat dipraktikkan di rumah. Seperti yang sudah dijelaskan lubang biopori memiliki banyak manfaat. Jadi, lebih baik juka tetangga diajak ikut serta membuat lubang biopori untuk memperbaiki lingkungan bersama.