30
Agu

Cara Membuat Vertical Garden Taman Rumah

Salam sejahtera…

Siap bantu untuk jasa desain bangunan baik eksterior maupn interior, Gambar 3D, RAB, Hingga pembangunan fisik baru maupun renovasi hub kami…

Kali ini kita akan bahas tentang Cara Membuat Vertical Garden Taman Rumah. Ada yang sudah tau? Ingin tau..? Simak artikel berikut…

Kali ini kita akan lanjutkan dari artikel sebelumnya yaitu cara membuat vertical garden, Sebagai berikut…

=> Yang pertama kita harus buat frame dari bahan baja ringan berukuran sekitar 0,5x1m dan pasang ke tembok menggunakan baut atau perekat lainnya. Beri celah minimal 7 cm dari tembok, Agar media tanam tidak langsung menempel ke tembok karena lembab dan bisa membuat tembok berlumut. Taruh 2 lapis media tanam

=> Sobek lapisan paling depan untuk membentuk lubang tempat menanam. Beri jarak 12 cm ke samping dan ke bawah untuk setiap sobekan yang akan membentuk lubang tanam. Beri jahitan jelujur vertikal di antara lubang tanam untuk menjaga media tanam tidak melorot

=> Adanya jarak antar lubang membuat media tanam tidak sepenuhnya langsung tertutup oleh tanaman. Perlu waktu hingga tanaman tumbuh dan berkembang sampai menutupi seluruh media tanam. Perlu bagi kita untuk memilih tanaman yang berimbang antara akar dan tajuk. Akar akan cukup kuat menopang daun jika tajuknya lebih kecil dan dapat mencegah daun  menjadi layu. Ini merupakan konsep dasar kesimbangan tanaman yang harus diketahui oleh Anda yang akan membuat vertical garden.

=> Kemudian, Tanam tanaman yang sudah kita pilih ke lubang yang telah dibuat. Caranya bisa menggunakan gulungan rockwool atau bisa juga langsung tanpa ada tambahan apa-apa, Asal tanaman sudah punya akar yang bagus. Pengairan, Gunakan sistem drip irigasi atau pun manual disiram dengan tangan. Sistem drip irigasi tentunya lebih nyaman dan tidak menyita waktu.

=> Untuk sistem drip irigasi, Idealnya jarak pipa pengairan dari atas adalah 3 meter. Gunakan juga timer otomatis dengan jeda waktu penyiraman bisa disetel, contohnya 3 s/d 5 kali sehari, Selama 2 menit setiap kali penyiraman. Untuk menjaga agar kucuran air merata, Gunakan nosel sebagai pressure regulator. Tetesan air sisa penyiraman yang tidak terserap oleh media tanam bisa langsung dialirkan ke tanah atau didaur ulang kembali ke atas. Sebaiknya letakkan tanaman yang tahan kering paling atas dan tanaman basah di bagian bawah

Baca juga : Penempatan Taman Rumah Untuk Keterbatasan Tempat