10
Nov

Desain Interior Ruang Keluarga Penggemar Pop Art

Desain Interior Ruang Keluarga Penggemar Pop Art

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan KontraktorTampilan hunian merupakan cerminan gaya serta interest dari sang penghuninya. Sebagian orang senang dengan desain interior bergaya klasik. Ada pula yang lebih memilih modern minimalis menjadi tema rancangan ruang dalam rumahnya. Jika anda merupakan pribadi yang ekspresif, unik dan berjiwa seni tinggi, penerapan nuansa Pop Art dalam gaya interior hunian apartemen ataupun rumah, bisa menjadi salah satu alternatif yang dapat dipilih. Pop Art atau Popular Art adalah sebuah gerakan seni yang muncul di Inggris pada periode pertengahan tahun 1950-an, di jaman-jaman awal post modern art. Tak lama berselang, tren Pop Art muncul pula di Amerika Serikat. Berikut ini desain interior ruang keluarga penggemar pop art.

Pop Art

Gaya seni Pop Art  muncul di Inggris pada pertengahan 1950-an, mendobrak batas-batas seni, dengan lebih fokus pada obyek yang ditemui sehari-hari. Gaya pop art  pada desain interior menonjolkan kekontrasan warna dan inovasi yang tinggi.

Tiga unsur utama dalam pop art  adalah kekontrasan, ritme, dan kesatuan dimana ketiganya dikombinasikan dengan harmonis.

Dalam perancangan interior modern, gaya pop art difungsikan sebagai aksen yang mendinamiskan ruang.  Gaya ini merefleksikan idealisme, kreativitas, modernitas, dan keberanian bervariasi dalam permainan warna.

Penerapan pop art  pada interior menjadi eksperimen yang menyenangkan dan memberikan kebebasan dalam berkreasi serta  variasi warna yang tak terbatas.  Kombinasi warna primer seperti merah, biru, dan hijau dipadukan dengan harmonis.

Gaya pop art tidak selalu menonjolkan kekontrasan warna dan bentuk secara ekstrim. Pop art adalah bentuk ekspresi seseorang dalam menuangkan ide dan mengaplikasikannya dalam berbagai elemen interior. Gaya pop art bisa dihadirkan dalam dominasi warna putih pada dinding dengan penambahan sofa dan cushion berwarna kontras atau lampu gantung dengan warna cerah misalnya. Kesederhanaan yang menimbulkan gaya pop art  yang berbeda.

Begitu banyak perkembangan teknologi yang membuat segala ide desain bisa diwujudkan. Teknologi ini juga memungkinkan berbagai bentuk, bahan, dan warna yang unik yang bisa dikombinasikan dengan harmonis dalam gaya pop art.

Salah satu aturan dalam desain pop art adalah tidak menggunakan furniture secara berlebihan. Padukanlah warna-warna kontras dan netral pada pintu kabinet. Lukisan komikal sebagai vocal point akan semakin memperkuat gaya pop art yang ingin ditampilkan pada ruang.

Eksplorasi penggunaan motif pun tidak terbatas hanya pada motif polkadot dan strip. Beragam motif , ukuran, dan bentuk yang tidak biasa juga bisa diterapkan dan dikembangkan dalam gaya interior ini. Sofa berbentuk unik, sarung bantal sofa (cushion)  beraneka motif dan gambar, serta bentuk yang tidak simetris bisa diaplikasikan sebagai vocal point.

Dalam perancangannya tidak bisa hanya mengandalkan selera dan naluri saja. Ruang keluarga bergaya pop art harus ditata sedemikian rupa sehingga menjadi sinergis.  Palet warna terang ataupun lukisan mural pada dinding akan membuat ruangan semakin menarik dan hidup.  Banyak elemen beraneka warna  yang bisa dijelajah dan dipadukan untuk menciptakan desain yang unik, kreatif, fungsional, dan nyaman.