14
Jan

Engsel Pintu Yang Sering Digunakan Dalam Pembangunan

Engsel Pintu Yang Sering Digunakan Dalam Pembangunan

Engsel Pintu Yang Sering Digunakan Dalam Pembangunan – Fungsi utama dari pintu adalah sebagai akses penghubung antara ruang satu dengan ruang lainnya pada sebuah hunian. Pintu dapat digunakan jika sudah dirangka dengan baik. Pada sebuah pintu pasti terdapat engsel yang berfungsi penggerak pintu supaya bisa dibuka dan ditutup. Meskipun terlihat begitu sederhana dan tidak terlalu bernilai, nyatanya engsel juga memiliki peranan yang sangat penting. Untuk letakkan pada daun pintu, terdapat beberapa jenis engsel pintu yang dapat Anda gunakan. Berikut ini adalah penjabarannya, simak!

  1. Engsel kupu-kupu

Istilah engsel kupu-kupu berasal dari bentuk engsel yang memang menyerupai kupu-kupu. Jenis engsel ini sangat populer dan banyak diterapkan. Engsel ini terbuat dari logam berupa besi atau kuningan, yang dicetak menjadi lempengan tipis. Engsel kupu-kupu biasanya digunakan sebagai penghubung antara bingkai pintu serta daun pintu yang terbuat dari bahan yang tidak terlalu berat. Contohnya adalah pintu yang terbuat dari bahan alumunium, uPVC atau beberapa jenis kayu konstruksi. Untuk mendapatkan jenis engsel ini, Anda bisa membelinya dalam harga yang beragam menyesuaikan dengan ukurannya, yakni mulai dari 1,5 inchi, 2 inchi, 2,5 incho, 3 inchi, hingga 4 inchi.

  1. Engsel sendok

Dikatakan sebagai engsel sendok karena memang rupanya yang mirip dengan bentuk sendok. Jenis engsel ini biasanya digunakan pada daun pintu lemari, kabinet maupun kotak penyimpanan yang tertutup. Jenis engsel sendok terbagi lagi menjadi beberapa jenis, yakni:

  • Engsel lurus : Penggunaan engsel lurus biasanya pada pintu bagian luar. Apabila engsel sudah terpasang, tampilan dari depan hanya akan terlihat daun pintunya saja. Hal ini dikarenakan daun pintu menutup sisi tebal dinding pada bagian samping.
  • Engsel bengkok : Jenis engsel ini justru lebih sering diterapkan pada pintu bagian dalam rumah. Maka dari itu, apabila posisi pintu tertutup, permukaan pintu akan sama rata dengan sisi tebal dinding. Anda akan membutuhkan perhatian khusus untuk memasang jenis engsel ini.
  1. Engsel patrom

Jenis engsel ini berbentu huruf h yang digunakan pada pintu dengan bobot ringan. Ini agar proses pemindahan dapat berjalan dengan mudah. Maka banyak orang yang mengatakan bahwa engsel patrom disebut juga dengan engsel cabut. Engsel ini cocok sekali dipasangkan pada pintu atau jendela rumah. Tersedia beragam ukuran yang dapat digunakan, mulai dari 80×50 mm, 110×55 mm hingga 140×60 mm.

  1. Engsel piano

Disebut sebagai engsel piano karena pada awal mulanya engsel ini memang dimanfaatkan sebagai daun penutup piano. Setelah melakukan perkembangan, engsel ini kemudian juga dapat diterapkan pada daun pintu, daun jendela hingga daun pintu lemari. Engsel pintu banyak digunakan karena kepraktisannya dan mudah untuk dipotong, menyesuaikan dengan kebutuhan daun pintu.

  1. Engsel panel

Engsel panel ini tidak jauh berbeda dengan engsel kupu-kupu. Letak perbedaannya hanya pada ukuran tebalnya serta strukturnya yang jauh lebih kokoh. Sebab engsel ini memang ditujukan untuk disematkan pada daun pintu yang terbuat dari bahan yang terbal dan berat. Contohnya adalah kayu jati, kayu merbau dan sebagainya.

  1. Engsel koboi

Engsel koboi memiliki kelebihan yang dapat membuat pintu tertutup dan terbuka, sesuai dengan kehendak pemiliknya. Engsel ini juga dapat digunakan sebagai elemen interior dekoratif yang sangat fungsional karena bentuknya yang sangat unik.

  1. Engsel bubut

Berbentuk silinder dengan lubang pada bagian tengah sebagai poros perputaran, engsel ini terbuat dari bahan dasar besi yang digunakan pada pintu pagar besi. Terdapat beragam ukuran yang dapat digunakan menyesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Engsel gudang

Engsel ini disebut juga dengan engsel T, karena bentuknya menyerupai huruf T. Engsel ini dapat Anda gunakan pada pintu gudang, pintu garasi serta pintu pagar rumah.