02
Nov

Langkah- Langkah Membangun Rumah Tropis Impian Anda

Langkah- Langkah Membangun Rumah Tropis Impian Anda

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan KontraktorIndonesia dikenal sebagai negara yang terletak di khatulistiwa, untuk itu, negara ini memiliki iklim topis. Kondisi ini membuat suhu udara di Indonesia cenderung hangat. Potensi ini banyak dimanfaatkan oleh turis, terutama turis asing, untuk merasakan sensasi tropis sepanjang hari, di bulan apapun. Hal tersebut merupakan hal yang tak bisa ditemukan di negara mereka. Dengan memanfaatkan karakternya sebagai negara tropis, mengaplikasikan desain interior bertema tropis tentu menyajikan kesan unik tersendiri. Tema desain ini cocok diterapkan di rumah – rumah Indonesia, terutama rumah yang ingin disewakan untuk wisatawan. Dengan menerapkan desain tropis untuk interior yang tepat, otomatis pengunjung penginapan akan dibuat terkesima hingga bisa merasakan sensasi tropis seutuhnya. Berikut ini langkah-langkah membangun rumah ttropis impian anda.

 

1. Membuat Desain Plafon Tinggi

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Desain perumahan mungil yang kini lumrah ditemukan di Indonesia memiliki tinggi plafon yang tak kalah “mungil” pula. Padahal, seharusnya jarak ideal plafon ke lantai minimal mencapai 2,75m. Pun begitu dengan desain rumah tropis yang mengutamakan sirkulasi udara yang baik.

Apakah dua hal itu berkaitan? Tentu saja! Pasalnya, dengan ruang gerak udara yang luas, udara pun bisa bebas bersirkulasi dan saling berganti. Selain itu, aliran endapan panas dari area bawah atap pun bisa dikurangi karena desain plafon yang tinggi pada rumah tropis, sehingga suhu panas dalam ruang bisa berkurang pula. Alhasil, dengan cara ini, kelebihan rumah tropis dalam mengurangi rasa panas bisa terealisasi.

2. Menerapkan Sistem Ventilasi Silang

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Salah satu cara untuk memaksimalkan sirkulasi udara pada rumah tropis adalah dengan membuat bukaan dengan sistem ventilasi silang. Ventilasi silang merupakan sistem ventilasi dengan dua bukaan—baik itu pintu ataupun jendela—yang saling berhadapan dalam satu ruangan. Sistem ventilasi ini memanfaatkan gerakan udara yang mengalir dari tekanan udara tinggi ke tekanan rendah.

Nah, pada desain rumah tropis ini, sistem bukaan juga bisa diterapkan secara bersilangan atas bawah, atau menyerong kiri kanan. Untuk bukaan bagi jalan keluarnya udara, sebaiknya diletakkan dalam posisi atas dinding, mengingat udara panas yang bersifat lebih ringan.

3. Mengurangi Penggunaan Benda Elektronik di Siang Hari

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Tahukah Anda bahwa benda-benda elektronik bisa mengeluarkan suhu panas ketika dinyalakan? Otomatis, hal ini juga bisa membuat ruangan di rumah Anda panas, bukan? Nah, salah satu cara yang bisa diterapkan untuk “menjaga” suhu ruangan rumah tropis Anda untuk tetap sejuk adalah mengurangi penggunaan benda elektronik di siang hari.

Untuk menguranginya, desain rumah tropis yang diterapkan haruslah desain yang meminimalisasi penggunaan benda elektronik tersebut, seperti desain rumah yang “terang” dan lapang, ukuran jendela yang besar, serta tidak terlalu sumpek dan bulky, sehingga Anda tak perlu menggunakan banyak lampu dan AC di siang hari.

4. Pemilihan Material yang Tepat

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Ternyata, pemilihan material pun bisa membantu Anda mewujudkan rumah tropis yang nyaman dan sesuai bagi lokasi hunian Anda. Pasalnya, terdapat beberapa material rumah yang bisa meredam panas, namun ada juga material yang bisa menyerap panas.

Sebagai contohnya, Anda bisa memilih material atap yang memantulkan panas, seperti atap sirap, atap genteng tanah liat, dan atap berbahan beton. Untuk material lain, Anda juga bisa menggunakan material kayu yang bisa meredam suhu panas dalam ruangan dan membuat rumah tropis Anda terasa dingin.

5. Mempertimbangkan Kondisi Eksisting dan Zona Bangunan

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Seringkali, orang awam tidak terlalu mempertimbangkan arah hadap bangunan ketika akan membeli atau membangun rumah. Padahal, arah hadap bangunan sangat mempengaruhi kenyamanan sebuah rumah tropis, lho!

Nah, arah hadap atau orientasi bangunan ini ternyata menentukan letak dan besaran bukaan yang harus dibangun dalam sebuah rumah tropis, agar tetap terasa nyaman, meskipun menghadap ke arah matahari di siang hari.

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Selain itu, pada desain rumah tropis yang baik, idealnya lahan hunian yang terbangun hanyalah sebesar 50%, dan 50% lagi untuk ruang hijau atau ruang terbuka. Tujuannya, agar air mampu meresap dengan maksimal ke dalam tanah, khususnya jika musim hujan tiba.

Anda juga bisa membuat teras yang berguna untuk menjadi “pelepas” suhu panas terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam area bangunan. Tambahkan pula tanaman-tanaman hijau yang akan menghasilkan oksigen sebagai hasil fotosintesis.

6. Bijak Soal Penggunaan Unsur Air Buatan

Rumah Tropis Desain Rumah Tropis

Banyak orang awam yang salah kaprah tentang penggunaan unsur air dalam sebuah rumah tropis. Memang, adanya unsur air atau kolam buatan sering dianggap sebagai salah satu hal krusial yang bisa menyejukkan rumah. Padahal, alih-alih menyejukkan, adanya kolam buatan dengan penerapan yang tak tepat hanya akan membuat rumah Anda terasa semakin gerah, panas, dan lembab.

Kenapakah hal ini bisa terjadi? Sesuai sifat dasarnya, air akan menguap bila terkena panas, bukan? Semakin banyak air yang menguap—seperti yang terdapat pada kolam buatan yang terkena panas matahari secara langsung—maka makin banyak kandungan uap air di dalam udara. Hal ini membuat kelembaban udara kian meninggi, sehingga otomatis membuat rumah terasa gerah dan tidak sejuk. Namun, jika Anda tetap ingin menambahkan kolam buatan, letakkan di area yang berbayang dan dikelilingi rimbunnya pepohonan, sehingga cahaya matahari tidak langsung memantul ke arah bangunan.