23
Sep

Rumah Tradisional Part 3

Salam sejahtera…

Ada yang sudah tau tentang Rumah, Kali ini kita akan bahas tentang Rumah Tradisional Part 3. Ingin tau? Simak artikel di bawah…

Rumah Tradisional

Pengertian rumah tradisional yaitu rumah yang dibangun dengan cara yang sama dari generasi kegenerasi dan tanpa atau dikit sekali mengalami perubahan. Rumah tradisional dapat juga dikatakan sebagai rumah yang dibangun dengan memperhatikan kegunaan, Serta fungsi sosial dan arti budaya dibalik corak atau gaya bangunan

Kali ini kita akan bahas tentang Rumah Tradisional Part 3, Sebagai berikut…

=> Menggunakan gaya tradisional minimalis

Karena saat ini konsep modern minimalis sedang menjadi tren, Kita tentu bisa memadukan desain rumah gaya etnik dengan konsep minimalis. Konsep minimalis lebih menekankan Kesederhanaan, Fungsi, atau Efektivitas serta faktor ekonomis penggunanya sehingga membatasi penggunaan ornamen seminimal mungkin bahkan tidak menggunakannya sama sekali karena lebih banyak memainkan komposisi bidang-bidang geometris. Desain rumah etnik modern minimalis memang anti-ornamen.

Sementara sebaliknya rumah gaya etnik memiliki ciri khas kaya akan ornamen. Memadukan kedua konsep ini merupakan sebuah tantangan besar. Untuk mengatasinya, Kita bisa membatasi penggunaan ornamen dan menambahkan material alami seperti Kayu, Batu, Logam, Ataupun material alami lainnya. Jika tidak memungkinkan, Pilihlah furnitur yang berkesan natural dan tanpa ornamen yang berlebihan. Karena konsep ini menekankan penggunaan ornamen seminimal mungkin, Kita bisa menyingkirkan beberapa ornamen yang tidak perlu dan menonjolkan beberapa elemen struktur atau fungsional sehingga tetap mempertahankan unsur tradisional dengan finishing halus

=> Menggunakan gaya romantisme klasik

Bagi kita yang menyukai sedikit sentuhan kemewahan, Desain interior rumah gaya etnik dapat juga dipadukan dengan konsep klasik yang lebih mengutamakan Komposisi, Keseimbangan, Harmonisasi yang sempurna dan elemen-elemen yang sangat detail. Desain interior rumah gaya etnik yang menggunakan konsep klasik umumnya memiliki banyak focal point yang diwujudkan melalui detail furnitur dan ornamen serta menonjolkan skala dan proporsi.

Konsep klasik ditonjolkan melalui focal point detail furnitur dan lampu gantung klasik, Meskipun tidak terlalu berlebihan. Konsep ini dapat menampilkan ruangan tampak lebih Mewah, Elegan, dan Mengingatkan kita akan masa lampau

=> Menggunakan unsur alam

Desain interior rumah gaya etnik sering kali dikaitkan dengan gaya arsitektur rustic yang dalam bahasa Indonesia artinya berkarat atau tua. Konsep ini berbasis pada kesadaran akan lingkungan dan menekankan unsur alami serta elemen yang belum terfabrikasi. Kebanyakan material yang digunakan memiliki tekstur permukaan kasar karena sengaja dibiarkan alami dan tidak banyak di finishing

Baca juga : Rumah Tradisional Part 2