08
Des

Tips Membangun Rumah Minimalis Dua Lantai

Tips Membangun Rumah Minimalis Dua Lantai

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan KontraktorMembangun rumah dua lantai adalah salah satu cara menambah ruang di dalam rumah tanpa menambah luas lahan. Cara ini biasa diterapkan oleh masyarakat perkotaan yang tinggal di kompleks perumahan atau area padat penduduk lainnya. Di sisi lain, rumah minimalis telah menjadi arsitektur favorit sebagian kalangan yang ingin memiliki hunian stylish tapi sesuai dengan situasi dan kondisi lahan yang terbatas.

  • Buatlah Perencanaan Yang Sempurna

Dalam melakukan segala sesuatu, pastinya akan dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang. Terlebih lagi dalam membangun rumah, tentu perencanaan yang sempurna jelas sangatlah diwajibkan untuk menunjang kelancaran proses pembangunan rumah anda. Tanpa perencanaan yang sempurna, maka hanya tinggal menunggu waktu saja untuk anda mengalami berbagai kendala di kemudian hari. Jadi jangan sampai anda meremehkan tahapan perencanaan ini ya!

Dalam tahapan perencanaan ini tentunya ada banyak hal yang harus anda susun secara rapi. Sebelum anda mulai merancang rencana anggaran dan berbelanja material, maka buatlah gambaran kasar tentang fungsionalitas tiap lantai. Jika melihat dari konsep desain minimalis yang ada pada saat ini, maka pada lantai pertama biasa digunakan sebagai area publik. Pada lantai satu anda bisa merencanakan untuk menempatkan dapur, kamar mandi, ruang tamu, hingga ruang keluarga, yang memang penggunaannya ditujukan untuk bersama. Barulah pada lantai dua anda merancang untuk menempatkan berbagai ruangan yang digunakan untuk area pribadi, seperti kamar tidur utama dan kamar tidur anak. Jika memang masih memungkinkan, anda bisa menambahkan beberapa ruang untuk ruang keluarga mini, kamar mandi pribadi, hingga teras balkon.

  • Cek Kondisi Lahan

Untuk membangun rumah dua lantai, pastinya akan berbeda penanganannya dengan membangun rumah satu lantai. Untuk itu anda harus cermat dalam melihat kondisi lahan yang ada. Jika memang anda memulainya dari awal, maka akan lebih mudah dibandingkan anda mengubah rumah satu lantai menjadi dua lantai. Terlebih jika anda membelinya dari orang lain, maka anda tidak tahu secara persis kekuatan strukturnya karena tidak terlibat langsung dalam proses pembangunannya. Dan pastinya anda tahu, bahwa kekuatan struktur sangatlah penting dalam membangun rumah dua lantai. Tanpa adanya struktur yang kuat maka bangunan dua lantai bisa roboh karena tidak kuat menanggung beban.

BACA JUGA  Kelebihan dan Kelemahan Lantai Keramik

Untuk bisa mengetahui apakah struktur yang ada memungkinkan untuk dibangun rumah dua lantai, maka anda bisa melakukan berbagai pengujian. Yang pertama anda bisa mengeceknya pada bagian pondasi. Jika kedalaman pondasi lebih dari 90cm, maka aman untuk mengubahnya menjadi rumah dua lantai. Kalau kurang, maka anda bisa membuat pondasi baru persis di sebelah pondasi lama setinggi 90 cm dengan lebar antara 20 sampai 30 cm. Jika dengan menambahkan pondasi baru di sepanjang pondasi lama tidak memungkinkan, maka nantinya penambahan pondasi bisa dilakukan pada pertemuan pondasi dan kolom struktur.

Lalu yang berikutnya anda bisa melakukan pengujian pada titik sloof. Coba cek pada salah satu titik sloof apakah sloof memiliki 6 besi berdiameter 12mm dan tinggi 20cm. Jika kurang, maka anda bisa menambah ketebalan pondasi sampai 10cm sebagai dudukan untuk sloof tambahan. Kemudian anda cek pada kolom struktur. Bila kondisi kolom lama cukup bagus, kolom baru bisa dibuat di sebelahnya. Bila kolom lama kurang layak, maka dimensi kolom baru harus dua kali dimensi kolom lama. Dan untuk ring balok, pastikan memiliki ketebalan minimal 15 x 15 cm. Jika tidak, maka anda harus menambah ketebalannya hingga mencapai batas minimal yang dibutuhkan.

  • Mulailah Untuk Mewujudkan Rumah Minimalis Anda

Setelah berbagai hal diatas telah terpenuhi, maka anda bisa memulai untuk menjalankan proyek rumah minimalis dua lantai milik anda. Dan dalam membangun rumah dua lantai, pastinya anda akan menjumpai beberapa hal yang berbeda, dimana tidak terdapat pada rumah satu lantai.

Yang pertama ada pelat lantai, atau yang sering disebut juga sebagai dak. Pelat lantai ini tentunya merupakan sebuah hal yang wajib ada pada bangunan rumah bertingkat. Jika selama ini anda hanya mengenal pelat lantai konvensional, maka anda bisa mencoba untuk beralih ke pelat lantai dengan metode keramik komposit beton. Tips ini kami berikan kepada anda agar anda bisa lebih berhemat. Karena memang harganya yang lebih murah dibandingkan dak beton konvensional, namun mempunyai kekuatan yang relatif sama. Selain itu karena tampilannya yang memang lebih menarik secara visual, dan juga hemat waktu serta tenaga karena proses pengerjaannya bisa lebih cepat.

BACA JUGA  Desain Kamar Bayi Perempuan Yang Cantik dan Unik

Lalu yang berikutnya tentunya adalah tangga rumah. Pada bangunan bertingkat, maka tangga jelas harus ada untuk bisa memberikan akses ke dalam ruangan yang ada di atas. Umumnya untuk tangga yang sering digunakan pada rumah minimalis ada tiga. Yaitu tangga tegak, tangga putar, lalu ada tangga zigzag. Dan sebagai tips untuk anda dalam menentukan tangga yang pas, maka anda harus menyesuaikannya dengan kondisi rumah minimalis anda.

Jika rumah minimalis anda memiliki area yang cenderung tidak terlalu luas, maka tangga tegak merupakan pilihan yang pas. Karena jika anda menggunakan tangga putar, nantinya akan berimbas pada penampilan rumah minimalis anda yang kurang estetik. Anda bisa memilih tangga tegak dengan penggunaan material yang ringan, agar tidak perlu melakukan pekerjaan tambahan memasang pondasi tangga.

Lalu jika kesan pada tampilan rumah minimalis anda cukup luas, anda bisa mencoba menggunakan tangga putar. Dengan menggunakan tangga jenis putar atau melingkar, maka bisa menambah kesan cantik pada tampilan rumah minimalis anda. Untuk soal biaya tidak terlalu mahal kok. Saat ini sudah banyak tangga putar minimalis siap pakai yang ada di pasaran dengan kisaran harga 1,5 juta saja.

Kemudian untuk tips ysng terskhir datang dari area kamar mandi. Pada rumah bertingkat, maka anda cobalah untuk menempatkan area basah yang ada pada lantai satu dan juga lantai dua secara tegak lurus. Hal ini tentunya untuk memudahkan anda dalam pemasangan pipa saluran air maupun saluran pembuangan. Dan juga, tentunya hal ini sangat berguna untuk bisa meminimalisir terjadinya kebocoran pipa.