26
Okt

Tips Memilih dan Manata Rumah Dekat Kawasan Industri

Tips Memilih dan Manata Rumah Dekat Kawasan Industri

Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor –  Membidik lokasi secara teliti pada saat akan membangun atau membeli rumah memang sangat penting. Jangan sampai, Anda kecolongan dan pada akhirnya Andalah yang akan merugi. Lokasi selain dapat menentukan syarat sukses berinvestasi properti, sejatinya akan menjadi penentu kualitas hidup si penghuni rumah itu sendiri. Syarat rumah ideal di antaranya adalah kesehatan. Percuma bila Anda mendapatkan rumah yang terjangkau dan sedap dipandang, tetapi lingkungannya tidak sehat.

Cermat dalam Memilih Lokasi Rumah Dekat Kawasan Industri

Mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, ada beberapa hal yang patut kamu perhatikan jika ingin membeli rumah dekat kawasan industri, antara lain:

1. Akses transportasi yang memadai

Transportasi umum termasuk salah satu aspek utama yang perlu kamu jadikan bahan pertimbangan ketika memilih rumah dekat kawasan industri. Sebaiknya, pilih hunian di tempat yang akses transportasi umumnya memadai. Ketersediaan terminal, stasiun, angkot, dan fasilitas ojek online pastinya akan memudahkanmu dalam beraktivitas.

Biasanya, akses transportasi umum ini juga turut memengaruhi harga rumah itu sendiri. Jadi jangan heran, jika nilai jual rumah kamu nantinya bakal meningkat pesat dengan adanya akses transportasi yang memadai seperti ini.

2. Ketahui kondisi udara di sekitar lokasi rumah

Sebagian pabrik di kawasan industri pasti memiliki cerobong asap untuk membuang gas sisa hasil produksinya. Untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran udara secara langsung, sebaiknya kamu mengenali jenis industri apa saja yang melakukan proses produksi di dekat lokasi rumah.

Hal ini penting untuk dilakukan karena jenis industri akan memengaruhi hasil asap yang keluar dari cerobong tersebut. Bisa saja asap yang keluar ternyata berbahaya bagi kesehatan. Selain itu, kamu juga perlu mencari tahu sebaran asap pabrik-pabrik yang ada di sekitar rumah. Apakah mencapai kawasan hunian incaranmu ataukah tidak.

3. Jangan lupakan kualitas air dan sistem sanitasi

Kondisi air juga tak bisa dilupakan begitu saja. Ketahui secara pasti apakah pabrik-pabrik yang berada tak jauh dari kawasan hunian tersebut menggunakan air tanah atau tidak.

Biasanya, industri menggunakan air dalam jumlah besar. Apabila kegiatan ini mengambil air dari tanah, maka kamu wajib berpikir ulang. Pasalnya, pengambilan air tanah dalam jumlah besar bisa merusak lingkungan sekitar.

Selain itu, coba datangi pemukiman dekat lokasi hunian atau tempat komersial, seperti misalnya rumah makan. Di sana, kamu bisa mengetahui kualitas airnya dengan cara berkumur atau sekadar mencuci tangan. Apabila air berbau, terlihat keruh, dan memiliki rasa, lebih baik pertimbangkan lagi keinginanmu untuk tinggal di kawasan tersebut.

Rumah dekat kawasan industri memang lebih berisiko memiliki kualitas air dan sistem sanitasi yang buruk. Sebab, kedua hal tersebut bisa dipengaruhi oleh sistem pembuangan limbah pabrik. Jadi, jangan sampai kamu dan keluarga tidak mendapatkan air bersih di rumah baru hanya karena perkara seperti ini.

Ketahuilah, setiap pabrik memiliki sistem pengolahan air hujan dan pengolahan limbah masing-masing. Kedua sistem ini tidak boleh saling tercampur agar air hujan bisa diolah lagi dan tidak terkontaminasi limbah ketika kembali ke tanah.

Tercampurnya air hujan dan limbah pabrik bakal semakin berbahaya apabila lokasinya rawan banjir. Beragam penyakit, mulai dari yang ringan seperti iritasi kulit hingga berat seperti kanker bisa kamu alami jika terpapar air limbah secara langsung karena terjadinya banjir. Jadi, pastikan sekali lagi sistem sanitasi di lokasi tersebut telah terjaga dengan baik demi kesehatanmu dan keluarga.

4. Memastikan adanya pengolahan limbah domestik industri yang baik

Terkait poin sebelumnya, kamu perlu melakukan pengecekan bagaimana industri tersebut mengelola limbah domestik mereka. Perlu kamu ketahui dengan baik, setiap pabrik atau instansi wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Coba cari tahu bagaimana ketaatan mereka terhadap peraturan IPAL ini. Cara paling mudah adalah bertanya langsung kepada pihak developer.

Di Indonesia, industri memiliki dua kategori limbah air yang dihasilkan. Pertama, grey water wash atau air limbah yang berasal dari kegiatan cuci tangan. Air limbah ini masih tergolong kategori ringan dan bisa diolah kembali asalkan diberi treatment khusus.

Kedua, black water wash atau air limbah yang berasal dari kotoran produksi yang berbahaya. Artinya, limbah satu ini telah terpapar sejumlah bahan kimia. Jika pabrik-pabrik tersebut membuang limbah seperti ini ke sungai, maka kamu perlu mengambil langkah cepat dan tepat. Pasalnya, besar kemungkinan limbah tersebut akan memberikan dampak yang bisa mencemarkan kualitas air tanah pemukiman.

5. Memperhatikan tingkat kebisingan

Bukan rahasia lagi kalau rumah dekat kawasan industri identik dengan kesan bising. Aktivitas pabrik dan lalu-lalang kendaraan berat seringkali menghasilkan suara-suara yang sudah pasti mengganggu kenyamanan. Hal ini jelas memengaruhi ketenangan hidup kamu sehari-hari. Apabila kegiatan pabrik berlangsung selama 24 jam penuh, sebaiknya kamu berpikir ulang sebelum membeli rumah di sana.

Namun, ada satu cara agar kamu bisa menghindarinya. Caranya, pilih posisi rumah dengan teliti. Cermati kondisi lingkungan rumah tersebut di siang dan malam hari sehingga kamu bisa menyimpulkan apakah rumah tersebut layak huni dan minim kebisingan atau tidak.

Tips Menata Rumah Dekat Kawasan Industri Agar Tetap Layak Huni

Apabila kamu telah melakukan sejumlah pengamatan secara detil sebelum membeli rumah dekat kawasan industri dan ternyata lokasi tersebut masih layak dipertimbangkan. Maka, selanjutnya adalah bagaimana cara menata rumah tersebut agar tetap layak huni dan terasa nyaman bagi kamu dan keluarga. Berikut ini beberapa hal yang perlu kamu lakukan.

1. Menanam banyak tanaman di sekitar rumah

Udara kotor di sekitar kawasan industri bisa diminimalisasi dengan menanam aneka jenis tanaman. Kamu juga bisa menanam pohon-pohon peneduh di halaman rumah, seperti misalnya pohon tabebuya ataupun jacaranda. Kedua pohon ini dikenal sebagai tanaman yang ampuh mengusir polutan berbahaya di udara.

Selain meminimalkan debu, rumah pun bakal terlindungi dari paparan sinar matahari. Rumah juga terasa lebih sejuk, asri, nyaman, dan pastinya cantik jika bunga-bunga pohon tersebut bermekaran.

2. Minimalkan barang-barang di teras rumah

Rumah dekat kawasan industri juga identik dengan debu yang berlebihan. Oleh sebab itulah, lebih kamu kamu tidak menyimpan banyak barang di teras rumah. Sebaiknya, gunakan rak atau tempat penyimpanan lainnya agar barang-barang tidak mudah diselimuti debu yang menyebalkan.

Usahakan juga memilih tekstur ubin yang agak kasar untuk teras rumah agar tidak terasa licin ketika kamu mengguyurnya dengan air.

3. Menutup lubang angin

Alangkah baiknya jika kamu tidak membiarkan lubang angin terbuka begitu saja. Sebab, hal ini memudahkan partikel debu yang kasar masuk ke dalam rumah dan berisiko menimbulkan adanya gangguan pernapasan.

Untuk itu, kamu perlu menggunakan kawat kasa untuk menghalangi debu-debu seperti ini. Tapi, jangan lupa untuk membersihkannya tiap satu minggu sekali karena membiarkan kawat dalam kondisi kotor justru semakin memudahkan debu menempel yang akhirnya masuk ke dalam rumah.

4. Bersihkan rumah secara rutin

Memiliki rumah dekat kawasan industri sama artinya dengan berkomitmen pada kebersihannya. Ingatlah untuk selalu menyapu lantai secara rutin, terutama lantai teras. Bersihkan juga carport minimal satu minggu sekali untuk menghilangkan debu-debu dari banyaknya kendaraan yang lalu-lalang. Lalu, bersihkan setiap sudut rumah dan juga perabotan di dalamnya. Pel lantai dan lap jendela minimal satu minggu sekali.

Itu dia penjelasan memilih dan menata rumah dekat kawasan industri agar lebih nyaman. Semoga setelah ini kamu tidak bingung lagi ya dalam menentukan lokasi hunian yang tepat.