08
Jan

Tips Menempatkan Toren di Rumah

Tips Menempatkan Toren di Rumah

Arsitek Jogja – Toren atau penampung manjadi salah satu sesuatu yang penting dalam setiap rumah. Menempatkan toren atau penampung air juga tidak bisa di sembarang tempat.

Saat kita memilih tempat untuk meletakkan toren kita harus memperhitungkan beberapa hal, seperti kebersihan, keamanan, kemudahan kita untuk membersihkannya dan lain sebagainya.

Tips Menempatkan Toren atau Penampung Air

1. Cek Kekuatan Struktur Bangunan Rumah 

Semakin tinggi letak posisi tangki air, maka semakin berat beban yang dihasilkan. Jadi, apabila kamu kita hendak membuat menara sebagai tempat meletakan toren air, dibutuhkan struktur pondasi atau bangunan rumah yang lebih kuat dibandingkan tanpa menggunakan menara.

2. Perhatikan Ukuran Tinggi Tower Tangki

Perhatikan posisi ketinggian toren air apabila ingin menaruhnya di atas tower. Kekuatan tekanan semburan air yang dikeluarkan dari dalam tangki, sangat bergantung pada dua hal seperti, kuantitas air dan posisi ketinggian tangki.

Sedangkan penentuan posisi ketinggian rentang jaraknya antara dua titik yaitu titik keluaran keran air dalam rumah dan titik keluaran air di bagian bawah tangki. Berikut detail ketinggian tangki yang biasa diaplikasikan di rumah-rumah:

  • Ketinggian Tangki Berjarak 2-3 Meter

Jumlah keluaran air yang dihasilkan berada dalam kisaran 3-5 liter per menit. Tekanan air yang dihasilkan sangat rendah untuk posisi ini. Sehingga jumlah pemakaiannya mengharuskan kamu untuk hemat air.

  • Jarak 4-6 Meter

Tingkat kekuatan tekanan air untuk ketinggian ini mampu untuk “melontarkan” air (menggunakan nozzle) hingga jarak 5 – 6 meter dari titik keluaran keran air. Kekuatan seperti itu akan memudahkan saat air digunakan untuk keperluan mencuci mobil atau membersihkan/menyapu kotoran di sekitar area bagian luar rumah. Namun demikian, meski memiliki kekuatan, tekanan air pada rentang jarak ini tidak dapat diandalkan untuk menghidupkan pemanas air (water heater).

  • Jarak 7 Meter Hingga Lebih

Kekuatan tekanan air yang dihasilkan mampu untuk menyalakan water heater. Air dapat digunakan hampir disegala kebutuhan tanpa bantuan pompa air. Tetapi, harus kita ingat juga, bahwa semakin tinggi tekanan air yang dihasilkan, maka semakin banyak jumlah liter air per menit yang dikeluarkan.

3. Gunakan Sistem Instalasi yang Efektif

Ada dua sistem instalasi yang biasanya dilakukan. Pertama, jika kamu menggunakan sistem instalasi yang bersumber langsung dari air PAM maka sebaiknya menggunakan pelampung bola.

tangki ait terbaik

Sebab, malam hari biasanya aliran air dari PAM keluar. Sehingga pelampung bola bisa menjadi cukup kuat untuk mengisi tangki secara otomatis. Kamu tidak perlu lagi menggunakan pompa untuk mengisi tangki. Sedangkan, jika kamu menggunakan sistem instalasi yang bersumber dari bak penampung air atau sumur bor, maka sebaiknya menggunakan pompa air yang dilengkapi dengan pelampung radar. Pelampung radar akan mengaktifkan dan menonaktifkan pompa penghisap saat tangki air sudah mencapai batas atas dan bawah yang telah kamu tentukan.

4. Alas Tangki Air yang Benar

Perlu anda ketahui setiap 1000 liter air memiliki berat 1 ton, sehingga sangat penting dalam mempertimbangkan pembuatan pondasi yang kokoh agar mampu menahan berat keseluruhan. Sebelum menemparkan toren air sebaiknya pilih alas pondasi yang tidak terjatuh dan lurus. Kamu dapat membuatnya dengan pondasi atau beton/papan yang sudah di tata. Sediakan alas yang datar untuk meletakkan tandon air. Jangan sampai ada kerikil atau batu yang nanti akan membuat toren air bocor.

5. Pipa Ventilasi

Tips terakhir adalah jangan lupa memasang pipa ventilasi. Pemasangan pipa ventilasi udara ini sangat penting untuk mengatur sirkulasi udara di dalam tangki air.

Itulah beberapa tips untuk memasang toren atau tempat penampung air di rumah Anda, Jangan salah lagi yaa,,Semoga Bermanfaat :))