19
Mar

Yuk Kenali 10 Kayu Furniture untuk Interior Rumahan yang Bagus

Yuk Kenali 10 Kayu Rurniture untuk Interior Rumahan Kalian

 Arsitek Indo Kontraktor I Jasa Arsitek dan Kontraktor–  Kayu merupakan bagian batang atau cabang serta ranting tumbuhan yang mengeras karena mengalami lignifikasi (pengayuan). Penyebab terbentuknya kayu yakni akibat akumulasi selulosa dan lignin pada dinding sel berbagai jaringan di batang. Karena beragamnya jenis kayu yang ada di dunia, maka untuk mengkaji berbagai aspek mengenai klasifikasi kayu serta sifat-sifat kimia, fisika dan mekanika kayu dalam berbagai kondisi, dibuatlah suatu disiplin ilmu tersendiri tentang ilmu perkayuan (wood science).

 

1. Kayu Jati

Siapa yang tidak mengenal pohon jati! Di tanah air, pohon ini dikenal sebagai penghasil kayu bermutu tinggi. Pohonnya besar, berbatang lurus dan dapat tumbuh meraksasa hingga mencapai 30 sampai 45 meter dengan diameter mencapai 1,8 – 2,4 meter. Jati dikenal dunia dengan nama teak (Inggris), sedangkan dalam bahasa India selatan menyebutnya thekku. Namun secara ilmiah, jati bernama Tectona grandis L.f. Menurut sejumlah ahli botani, jati merupakan spesies pohon asli dari Burma (Myanmar).

Walaupun begitu, jati menyebar luas ke semenanjung India, Thailand, Laos, Kamboja, Filipina dan Jawa. Sekitar 70% kebutuhan jati dunia pada saat ini dipasok oleh Burma. Untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat, jati mulai dibudidayakan di Afrika dan Karibia.

Jati merupakan jenis kayu kelas satu karena kekuatan, keawetan dan keindahannya. Secara teknis, kayu jati memiliki kelas kekuatan II dan kelas keawetan I-II. Kayu ini juga sangat tahan terhadap serangan rayap.

Meskipun keras dan kuat, kayu jati mudah dipotong dan dikerjakan sehingga disukai untuk membuat furniture, seperti kursi, meja, pintu, dan ukir-ukiran. Kayu jati juga mengandung semacam minyak dan endapan di dalam sel-sel kayunya, sehingga dapat awet digunakan di tempat terbuka tanpa divernis sekalipun.

2. Kayu Ulin

Ulin atau bulian merupakan jenis kayu terbaik yang telah dikenal akan kekuatan dan keawetannya terhadap air dan rayap, sehigga sering disebut kayu besi. Ulin juga merupakan salah satu kayu premium asli Indonesia, tumbuh subur di Kalimantan, Sumatera bagian timur dan sebagian sulawesi.

BACA JUGA  Berikut Ini Tips Agar Warna Cat Tidak Cepat Memudar

Secara morfologi, ulin dapat tumbuh hingga mencapai 50 meter dengan diameter mencapai 2 meter. Pohon ini dapat tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 meter diatas permukaan laut.  Berdasarkan kegunaan dan warna batang, ada empat jenis variates ulin:

    • Ulin Tando, warna batang coklat kemerahan
    • Ulin Lilin, batang coklat gelap
    • Ulin Tembaga, warna batang kekuningan
    • Ulin Kapur, warna batang coklat muda

Dari keempat ulin diatas, ulin tando, lilin dan tembaga baik sekali digunakan untuk pondasi bangunan dan lantai, sedangkan ulin kapur adalah satu satunya jenis ulin yang mudah dibelah sehingga cocok untuk bahan baku atap sirap. Ulin sangat kuat dan awet, dengan kelas kekuatan dan kelas keawetan no I. Jenis kayu ini juga mempunyai berat jenis 1,04 sehingga dapat tenggelam di dalam air. Kayu ini dikenal akan ketahanannya terhadap kelembapan dan suhu serta tahan terhadap air laut. Kayu ini sukar dipaku dan digergaji namun mudah untuk dibelah.

Karena sangat kuat dan awet, ulin banyak digunakan untuk berbagai keperluan, seperti pondasi bangunan di dalam air dan lahan basah, atap rumah, kusen dan pintu. Lebih jauh kayu ulin juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi jembatan, tiang listrik dan galangan kapal.

3. Kayu Merbau

Merbau atau ipil merupakan salah satu jenis kayu keras berkualitas tinggi yang banyak tumbuh di wilayah Maluku dan Papua barat. Orang luar menyebut merbau sebagai mirabowmoluccan ironwood dan malacca teak. Seperti halnya kayu ulin, karena tekstur kayunya keras, Merbau sering disebut kayu besi dari Maluku.

Pohon yang memiliki nama latin Intsia bijuga ini berperawakan sedang hingga besar, dapat mencapai tinggi 50 meter dengan diameter 1,6 -2,4 meter. Dengan banir/ akar papan yang tinggi dan tebal. Lalu papagan atau kulit kayu berwarna abu-abu terang atau coklat pucat dengan bintil-bintil kecil, mengelupas serupa sisik.

Kekuatan merbau dibawah ulin (kelas I-II), namun merbau tahan terhadap pelapukan (kelas I). Merbau biasa digunakan dalam konstruksi berat seperti pembuatan balok-balok rumah, tiang dan bantalan konstruksi jembatan. Jenis kayu ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuat kusen, pintu, jendela lantai parket, mebel dan ukiran.

  1. 4. Kayu Bacote

    Bacote merupakan pohon yang tumbuh subur di daerah Meksiko dan Amerika selatan, dapat tumbuh setinggi 30 meter dengan diameter 1,5 meter. Jenis kayu ini banyak digunakan sebagai furniture karena warna kayunya cukup unik seperti motif zebra. Saat dibelah, kayu akan menghasilkan sejenis minyak. Walaupun begitu, proses pengolahan kayu ini tergolong mudah dan minyak tersebut tidak menghambat saat proses pengeleman. Malahan, dengan adanya kandungan minyak tersebut, bacote tidak disukai serangga termasuk rayap.

    Dengan adanya kandungan minyak dan motif kayu yang unik menambah kesan eksklusif dan mewah setiap dibentuk menjadi sebuah peralatan mebel. Selain dijadikan furniture, bacote juga sering digunakan sebagai bahan pembuatan alat musik, pegangan senjata dan bagian dari kapal pesiar.

  2. 5. Purple Heart

    Peltogyne purpurea atau orang mengenalnya dengan nama purple heart, merupakan kayu yang habitat aslinya berada di Kostarika, Panama, Meksiko dan sebagian Kolombia sampai Brazil selatan. Pohon ini dapat tumbuh setinggi 50 meter dengan diameter sampai satu setengah meter. Dinamai purple heart dikarenakan ketika batang pohon ini dipotong maka warna didalamnya coklat keunguan, namun ketika dibiarkan agak lama warnanya berubah menjadi ungu terong. Semakin berumur dan terkena sinar matahari, warna kayu ini menjadi coklat dengan sedikit ungu. Membentuk purple heart menjadi sebuah peralatan mebel susah-susah gampang, karena kayunya menghasilkan getah resin yang dapat menghambat pemotongan. Namun, hal itu sebanding dengan produk yang dihasilkan sangat bagus dan tahan lama. Jenis kayu ini banyak diolah untuk membuat lantai, furniture serta pelapis mebel alat transportasi.

  3. 6. Dalbergia

    Dalbergia latifola atau dalam negeri dikenal dengan nama Sonokeling merupakan sejenis pohon penghasil kayu keras dan indah. Walaupun tidak sekeras ulin atau merbau, kualitas dalbergia diakui dunia karena salah satu jenis kayu ini menghasilkan wangi yang khas seperti aroma bunga mawar ketika dipotong. Jenis tersebut adalah Indian rosewood. Sebaran pohon ini cukup luas, meliputi Asia selatan, Sebagian Afrika, Madagaskar, Amerika Tengah hingga selatan. Pohon ini mampu tumbuh sampai ketinggian 40 meter dengan diameter 1,5 meter. Seperti halnya kayu keras lainnya, dalbergia memiliki kekuatan kelas II dan keawetan kelas I. Kayu ini biasa digunakan untuk membuat mebel, lemari, serta aneka perabot dengan kualitas terbaik. Selain itu, karena kemudahan dalam mengolah dalbergia, kayu ini banyak digunakan juga dalam pembuatan ukiran mewah dan alat musik seperti gitar. Di pasaran internasional, harga untuk satu kilogram dalbergia kualitas no satu dihargai 1,8 juta rupiah.

  4. 9. Tigerwood

    Apabila kita sedang mencari kayu yang memiliki motif langka seperti belangnya kulit harimau, maka carilah tigerwood. Bisa dibilang tigerwood adalah primadona dalam furniture, karena dengan memakai perabot berbahan kayu ini maka dapat menaikan gengsi seseorang. Kelebihan dari kayu ini yakni jika kita potong dari sudut manapun, serat kayu akan sama bagusnya, oleh karenanya harganya mahal. Maka jarang sekali sebuah furniture menggunakan jenis kayu ini secara utuh, tigerwood umumnya dijual dalam bentuk lembaran tipis. Sebagai perbandingan, sebuah meja belajar berbahan kayu jati berharga 2,5 juta jika dibuat dengan bahan tigerwood, meja belajar tersebut naik harganya menjadi 6-7 juta rupiah.

  5. 10. Kayu Cendana

    Orang luar menyebutnya Sandalwood. Cendana tergolong kayu keras dengan tekstur halus, memiliki warna kekuningan dan mengeluarkan aroma wangi yang khas. Konon aroma wangi yang dikeluarkan kayu cendana mampu bertahan hingga ratusan tahun. Tidak ada jenis kayu beraroma lain yang sanggup menyainginya. Saat berkecambah, pohon yang memiliki nama ilmiah Santalum album ini memerlukan pohon inang untuk mendukung pertumbuhannya, karena perakarannya masih lemah, sehingga cendana sukar untuk dikembangbiakan. Karena alasan itulah persedian kayu ini dipasaran sangat langka dan membuat harganya melambung tinggi.

    Sebagai informasi, harga pasaran di tanah air, harga per kilogramnya adalah 1 juta rupiah, namun jika sudah mencapai luar negeri bisa mencapai 25 juta rupiah untuk kayu cendana dengan kualitas no satu.

    Secara ekslusif, cendana diolah menjadi furniture mewah, aksesoris, ukiran, campuran parfum, bahan balsam, dan bahan dupa. Namun untuk saat ini, cendana sering diolah untuk diambil minyaknya karena dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh.

BACA JUGA  Kelebihan dan Kekuangan Berbahan Dasar Keramik